Bahan Pakan Untuk Itik

Bahan pakan merupakan acuan dasar dalam beternak, dimana pengetahuan tentang bahan pakan merupakan indikator kesuksesan dalam beternak itik, termasuk didalamnya adalah manajemen dari bahan pakan serta pemilihan bahan pakan yang menjadi dasar pijakan dalam beternak, besar kecilnya profit juga dipengaruhi dari pemilihan bahan pakan, termasuk ketersediaan di pasaran dan fluktuasi harganya, data kandungan nutrisinya dan sebagainya.

Secara garis besar bahan pakan dapat dibagi menjadi empat golongan:

  1. Bahan pakan sumber protein
  2. Bahan pakan sumber energi
  3. Bahan pakan sumber mineral
  4. Bahan pakan sumber vitamin

Berdasarkan empat golongan besar tersebut maka dapat dibagi lagi dalam beberapa jenis bahan, dengan harapan jenis pakan apa yang dapat kita berikan kepada ternak, serta dengan pertimbangan ekonomis dan ketersediaan bahan pakan.

  1. Bahan pakan sumber protein
    1. Tepung ikan : sumber dari tepung ikan adalah ikan, sedangkan ikan sendiri dibagi kedalam dua jenis ikan berdasarkan hidupnya, yaitu ikan laut dan ikan air tawar. Yang lazim digunakan adalah ikan laut, terutama jenis yang tidak dikonsumsi manusia, misalkan ikan rucah/petek, yang secara ekonomis harganya sangat terjangkau, dengan potensi nutrisi yang maksimal, kandungan protein tepung ikan berkisar 40% sampai dengan 45%. Untuk jenis ikan tawar, biasanya jarang digunakan, selain terbatas jumlahnya juga secara ekonomis relatif lebih mahal.
    2. Bungkil kedelai : secara umum bungkil kedelai jarang sekali kita dapati di sekitar kita, karena bungkil kedelai merupakan limbah dari pengolahan minyak kedelai. Sedangkan kita ketahui bersama bahwa pabrik yang menggunakan minyak kedelai sangat terbatas. Perlu diketahui bersama bahwa kadar protein pada bungkil kedelai bisa mencapai 45%, untuk bungkil dengan kualitas rendah kadar protein kasarnya mencapai 40%.
    3. Bungkil kelapa : di Indonesia sangat banyak ditemui buah kelapa, dan sebagian masyarakat indonesia menggunakannya sebagai bahan minyak goreng maupun untuk memasak. Bungkil kelapa merupakan sumber protein dengan kadar protein kasarnya 16% sampai dengan 18%, Kelemahan penggunakan bungkil kelapa tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama, karena mudah berbau tengik, dan penggunaan maksimal dalam setiap ransum pakan adalah tidak lebih dari 30%.
    4. Tepung daging dan tulang: pada tepung daging dan tulang ini dikandung protein yang sangat tinggi yaitu sebesar 50% serta mempunyai kandungan Calsium dan phospor cukup tinggi pula.
    5. Konsentrat : keberadaan konsentrat sangat mudah di temui di sekitar kita, hampir setiap toko pakan menyediakan bahan pakan jenis ini. Konsentrat merupakan campuran dari beberapa bahan pakan sumber protein dengan dicampur dengan bahan pakan sumber energi, adapun kandungan protein kasar dari konsentrat adalah 36% sampai dengan 40%, ini yang lazim kita temui.
    6. Tepung kepala atau kulit udang: beberapa dari peternak menggunakan limbah udang ini dalam bentuk masih segar atau basah, meskipun jika digunakan dalam bentuk tepung hasilnya akan lebih baik. Pada tepung kepala/kulit udang ini dikandung protein sebesar 35% sampai 39%.
    7. Tepung bekicot atau keong: yang diambil dari bekicot ataupun keong adalah dagingnya, bisa direbus dulu atau pun segar, beberapa peternak menggunakannya dalam bentuk segar, sedangkan dalam penggunaan tepung bekicot diberikan ke ternak tidak lebih dari 15% dalam keadaan segar, sedangkan jika direbus dahulu bisa digunakan sebanyak 20% dari total ransum.
  2. Bahan Pakan Sumber Energi
    1. Dedak Padi : bahan dari dedak padi adalah dari pengolahan padi menjadi beras. Dedak padi bisa ditemui hampir diseluruh wilayah Indonesia terutama di pulau jawa, sumatra, sulawesi serta kalimantan, sedangkan untuk wilayah indonesia timur seperti papua, dedak padi jarang ditemui. Adapun dedak padi mempunyai mutu yang beragam ini dapat dilihat dari pengolahan gabah padi menjadi beras, proses inilah yang menentukan kualitas dedak padi. Dedak padi mempunyai kandungan energi metabolisme mulai 1600 kkal sampai dengan 2300 kkal tergantung dari kualitas dedaknya, selain itu protein kasar yang dikandung adalah sebesar 12% (jika dedaknya adalah dedak halus).
    2. Jagung : merupakan bahan pakan yang mempunyai energi metabolisme yang sangat tinggi, tercatat di beberapa penelitian bahwa energi yang dikandungnya diatas 3.000 kkal, sedangkan protein yang dikandung sangat rendah yaitu sekitar 7,5%.
    3. Polar : merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan gandum menjadi tepung terigu. Dengan energi metebolisme kurang lebih 1.700 kkal/kg, dan kadar proteinnya sebesar 15%.
    4. Singkong : singkong banyak kita temui disekitar kita, selain murah, singkong juga memiliki kandungan 3.400 kkal/kg. Penggunaan singkong biasanya digiling segar langsung diberikan ke ternak, atau dijadikan tepung dulu, tetapi lebih baik dijadikan tepung dulu baru diberikan ke ternak. Singkong mempunyai kadar protein sangat rendah, sebesar 2% – 3%.
    5. Roti : yang lazim digunakan adalah roti kedaluwarsa atau roti yang masih baru tapi tidak dijual karena sisa dari roti yang sudah dipotong, jadi merupakan serpihan roti yang masih baru pada pabrik roti besar.
    6. Nasi aking : merupakan hasil dari nasi sisa yang dijemur sehingga kering, sebagian masyarakat jawa (jawa timur + jawa tengah) menyebut dengan istilah “karak”. Nasi aking mempunyai energi metabolisme sebesar 3.100 kkal/kg, sedangkan protein kasarnya sebesar kurang lebih 9%.
    7. Ampas tahu : merupakan hasil sampingan atau limbah dari proses pembuatan tahu. Dalam hal ini ampas tahu bisa sebagai sumber energi atau sumber protein, karena mempunyai kadar protein kurang lebih 18% dan energi metabolisme sekitar 2500 kkal sampai 3.200 kkal.
  3. Bahan Pakan Sumber Mineral
    1. Sumber mineral Calsium dan phospor
    2. Sumber mineral Natrium dan Cl
    3. Sumber trace mineral
    4. Bahan Pakan Sumber Vitamin

Vitamin merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh itik, adapun saat ini sangat mudah mendapatkan kebutuhan vitamin itik, cukup beli di toko pakan ternak disitu menyediakan obat atau vitamin yang bermacam ragamnya, tergantung apa yang dibutuhkan, biasanya dalam bentuk bubuk yang dilarutkan dalam air, bisa dicamput di makanan itik atau minumnya.