Periodesasi pemeliharaan itik

Periodesasi pemeliharaan itik praktis dibagi 3 tahap, yaitu pemeliharaan pada masa starter, masa grower, dan masa layer, dimana itik sudah berproduksi. pada kesempatan kali ini kita akan sedikit mengulas pemeliharaan itik pada masa grower/pertumbuhan, dikatakan masa grower karena itik pada masa ini sedang mengalami masa pesatnya pertumbuhan, dan melewati masa krisis kematian, adapun mengenai usia, pada masa ini itik berusia diatas 4 minggu atau 1 bulan, ada beberapa teori menyebutkan masa grower adalah masa pada minggu ke 5 sampai dengan minggu ke 22. itik pada usia ini sudah tumbuh bulu, di awal- awal tahap masa grower itik mengalami pertumbuhan pada bulu dada dan sedikit tumbuh bulu di daerah punggung. tata laksana pemeliharaan pada masa ini pun sedikit berbeda dibandingkan dengan masa sebelumnya atau masa starter, dimana pada usia ini itik tidak perlu lagi menggunakan pemanas buatan seperti lampu atau kompor, tetapi bisa langsung di turunkan di tanah/ lantai, tentunya lebih baik jika alas kandang menggunakan bahan dengan daya serap tinggi, seperti kulit padi, jerami kering, tatal kayu, ataupun serbuk gergaji. pada masa ini ada dua cara dalam pemeliharaannya yang pertama adalah dengan sistem di kandangkan (intensif) dan dengan sistem di gembalakan (angon), pada sistem dengan di kandangkan biasanya lazim dilakukan untuk itik dengan jumlah diatas 1000 ekor, karena jika di angon maka terlalu banyak, sehingga bisa mengakibatkan hilangnya ternak, ataupun kematian. pada masa pertumbuhan ini sebaiknya diberikan kesempatan untuk bermain dengan menyediakan tempat untuk bermain yang agak luas yang dilengkapi dengan tempat untuk mandi (kolam kecil), meskipun beberapa teori menyatakan sistem intensif adalah sistem hemat air, yang mana air hanya sarana untuk minum itik, tetapi pada masa grower ini itik butuh keseimbangan, dengan sering mandi itik akan lebih sering mengeluarkan kelenjar minyak bulu sehingga bulunnya menjadi bagus, dan dengan seringnya bergerak, otot tulang itik akan terbentuk dengan baik sekaligus mengurangi penimbunan lemak dalam tubuh itik, untuk itu diperlukan tempat yang agak luas untuk bermain. bila kandang grower tidak memiliki halaman atau lingkungan kandang yang luas, pemberian pakan harus diikuti dengan pengontrolan berat badan yang dilakukan setiap minggu. cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil beberapa itik secara acak untuk di timbang, jika berat badan tersebut diatas rata- rata, maka harus di kurangi sedikit, dan sebaliknya jika kurang haruslah ditambah, berat rata- rata itik pada usia 4 sampai 5 bulan untuk jenis mojosari sekitar 1,3 sampai dengan 1,4, adapun jenis tegal, magelang berat itik masih lebih tinggi dibandingkan dengan jenis mojosari. selain itu juga pemberian pakan terlalu banyak baik secara kualitas maupun kuantitas dapat menyebabkan tercapainya dewasa kelamin yang terlalu cepat, kondisi ini mengakibatkan telur yang dihasilkan pada saat awal awal bertelur terlalu kecil, dan besarnya telur agak lama, selain itu juga bisa menyebabkan masa produksi yang relatif pendek, atau masa rontok bulu (moulting ) lebih cepat jika kondisi itik tersebut normal, beberapa pengalaman menunjukkan jika pemberian pakan di lakukan tanpa batas (full), itik mojosari bisa tepat bertelur pada usia 4 bulan, bahkan berdasarkan pengalaman salah seorang pemelihara dari daerah sekitar makasar, itik mojosari bisa bertelur pada usia 3 bulan 23 hari, tetapi efek lain setelah itu pada usia 9 bulan atau 10 bulan beberapa itik mengalami moulting. padahal secara normal jika itik mulai bertelur pada usia 5 sampai 6 bulan itik mampu berproduksi pada periode pertama selama 10 sampai 12 bulan. pada waktu itik berumur 2,5 bulan sampai 4,5 bulan pemberian pakan harus benar- benar diawasi, agar tidak terjadi kelebihan konsumsi pakan yang dapat menyebabkan itik bertelur secara dini. selain pakan konsentrat, itik pada masa grower sebaiknya juga diberikan pakan berupa hijauan segar sebagai sumber vitamin, antibiotik, dan pendongkrak nafsu makan.